22 September dinihari, kereta Bima dengan selamat telah berhenti di Stasiun Gambir. Dari Jogjakarta, kedatanganku hanya satu tujuan, berpartisipasi di ajang @SocMEdFest yang digelar oleh SalingSilang.com di FX Sudirman Mal dari tanggal 22-24 September 2011.
Kami (saya dan dua orang teman) datang sebagai representasi COMBINE Resource Institution, payung organisasi yang membawahi beberapa program yaitu @jalinmerapi dan @suarakomunitas. Inilah festival sosial media pertama kali di Indonesia yang melibatkan ratusan komunitas dan mampu menarik sekitar 44,000 pengunjung.
Hal yang paling menarik bagiku adalah menyusuri booth demi booth untuk melihat apa saja ide dan kegiatan yang dikerjakan oleh komunitas. Ada @fiksimini yang menggerakkan penyuka sastra untuk membuat cerita melalui medium twitter. Tantangannya, bagaimana membuat cerita dengan 140 karakter. Komunitas ini sudah tersebar di berbagai kota, dan berkolaborasi dengan para pemusik, pebuat film pendek.
Di sebelah booth @jalinmerapi ada komunitas “masyarakat bebas bising.” Idenya juga menarik karena mereka ingin agar dinamika kota besar seperti Jakarta yang sudah begitu padat dan bising masih bisa menyisakan ruang untuk “diam” atau “sepi.” Saya bertanya sama pria ramah yang menunggu booth, “bagaimana dengan adzan, apakah mengganggu masyarakat,?” Menurutnya sih adzan tetap harus mendapatkan tempat, karena ibadah adalah hak manusia.
Masih dalam rangka menyusuri booth, saya menghampiri booth komunitas “Pedemu Negeri.” Dengan poster dan web yang keren abis, komunitas ini ingin menggerakkan anak muda untuk mengekspresikan kecintaannya pada Indonesia lewat berbagai medium, bisa dengan nyanyi, nulis puisi, bikin grafiti, bikin musik, lukisan, film, dan lain-lain. Seluruh kreativitas anak bangsa ini bisa kita simak di http://www.pedemunegeri.com/. Gagasan ini seru banget, secara gue yang udah tua-tua gini makin pesimis sama bangsa ini, ngeliat yang kayak gini kan jadi semangat lagi. Salut buat PedeMu Negeri!
Terus ada lagi komunitas @berburu, singkatan dari Berbudaya itu Seru. Komunitas ini awalnya dikenal dengan nama Jakarta Butuh Revolusi Budaya, yang kemudian berubah nama jadi Berburu Center. Seru banget, karena mereka punya program ke berbagai sekolah untuk menularkan nilai-nilai budaya yang positif lewat berbagai macam metode. Cakupan temanya adalah menaati tata tertib, menghargai diri sendiri dan orang lain, mencintai lingkungan, membaca itu menyenangkan dan mencintai warisan budaya Indonesia. Ada lagi komunitas yang gemar jalan-jalan seperti @kakigatel, @keluarumah, @backpacker.
Di sebelah booth @jalinmerapi ada yang lebih serius yaitu @desasejahtera yang mengeluarkan majalah @respectmagz. Gagasannya juga menarik, yaitu mendemokratisasi pangan. Komunitas ini ingin mengajak masyarakat memiliki nilai dalam aktivitas pangannya. Terutama untuk masyarakat perkotaan, selain perlu mengetahui makanan yang sehat, juga perlu menyadari bahwa setiap makanan yang masuk ke dalam perut adalah peristiwa sosial. Yang perlu diketahui adalah peristiwa sosial itu yang melibatkan banyak pihak itu apakah memendam sebuah ketidak adilan ? Apakah dalam proses pengolahan makanan, pihak petani cukup diuntungkan? Apakah minyak yang kita gunakan cukup ramah terhadap lingkungan? Hmm, untuk selanjutnya informasi ini bisa didapatkan di majalah Respect.
Pastinya, masih banyak lagi komunitas menarik yang saya temui di forum @SocMedFest ini. Belum lagi AIMI-ASI, Milis Sehat, Selamatkanibu, yang nanti akan saya ulas sendiri dalam artikel lain Intinya pertemuan dengan beragam komunitas ini benar-benar bikin isi kepala dan hati lebih segar. Juga tentunya optimis, karena kebanyakan yang menjalankan adalah anak-anak muda yang mengekspresikan idealisme mereka dengan cara yang unik. Pada titik inilah @SocMedFest sangat penting untuk diadakan setiap tahun. (Ade Tanesia)


