(Review kuliah “Kekerasan & Politik Ingatan” oleh Dr. Budiawan, Pascasarjana Univ. Sanata Darma)
Archive for February, 2009
Tidak seperti rabu biasanya, hari ini, 25 Februari adalah hari rabu abu. Sebuah masa pra-paskah, masa pertobatan, masa berpantang, untuk mempersiapkan diri untuk kebangkitan Kristus dan penebusan dosa kita, manusia.
Print Send Close KOMPAS, KAMIS, 19 FEBRUARI 2009 | 00:07 WIB C Anto Saptowalyono dan Ahmad Arif Jalan aspal itu lurus dan mulus. Tak ada guncangan ketika mobil melaju kencang di atasnya. Ini berbeda dengan jalan trans- Kalimantan dari Nunukan, Kalimantan Timur, hingga Palangkaraya, Kalimantan Tengah, yang penuh lubang dan bergelombang.
By Ade Tanesia After a four-hour bus ride from Yogyakarta to Semarang, I alighted at the factory headquarters of Jamu Jago, one of Indonesia’s largest producers of jamu traditional medicines. After passing the security guard’s inspection, I was allowed to proceed in towards a luxurious two-story, glass-walled building housing the Indonesian Museum of Records.
By Ade Tanesia “In 1998, Indonesia was enveloped in an inferno of social tensions so intense that it led to bloodshed for a number of ethnic and religious groups. Since then I have felt like a “londo” [derogatory Javanese term for a white person] in this country.”